Pengertian Tata Surya Planet

pengertian-tata-surya-planet

pengertian-tata-surya-planet

Pengertian Tata Surya

tata Surya merupakan benda-benda yang terkumpul luar angkasa yang terdiri dari bintang besar dan semua objek yang saling terikat dengan gaya gravitasinya. Bintang besar yaitu matahari, sedangkan objek terkait diantaranya planet-planet yang ada serta beberapa benda yang ada di orbit. Objek yang ada di angkasa terdapat 8 buah planet yang tentunya sudah diteliti dan sudah diketahui, terdapat 5 planet kecil, terdapat 173 sateli alami yang telah teridentifikasi dan berjuta-juta benda-benda langit seperti komet, meteor dan asteroid.

Istilah Tata Surya juga sering disebut keluarga matahari yang merupakan suatu sistem yang teridiri dari Matahari yang sebagai pusar pada Tata Surya itu di kelilingi oleh planet-planet, meteor (bintang beralih), komet (bintang berekor), satelit dan asteroid.

Tetapi mengapa benda-benda langit mengeliligi matahari ? dikarenakan benda-benda dalam tata surya tertarik oleh matahari dengan gaya gravitasi. Massa pada matahari sangatlah besar daripada benda-benda diangkasa lainnya. Gaya gravitasi pada matahari itulah yang membuat benda-benda diangkasa tertarik ke pusat matahari.

 

Sejarah Tata Surya

Perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang membuat pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk dapat memahami benda-benda diangkasa yang  terbebas dari selubung mitologi. Peneliti Galileo Galilei (1564-1642) dengan menggunakan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia menjadi “lebih tajam” dalam mengamati benda-benda yang ada langit yang tidak bisa diamati dengan mata manusia secara telanjang.

Lima planet yang terdekat ke matahari selain Bumi diantaranya (Merkurius, Mars, Venus, Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu, karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang.

Dengan menggunakan Teleskop, Akhirnya Galileo dapat mengamati benda-benda dilangit menjadi lebih tajam, ia dapat melihat berbagai perubahan bentuk-bentuk penampakan pada Venus, Venus terlihar seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan adanya posisi Venus terhadap matahari. Penalaran Planet Venus mengitari matahari makin memperkuat teori heliosentris, yang menyatakan “bahwa Matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi”, yang sebelumnya digagas oleh Peneliti Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan pada heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus

Teleskop Galileo kemudian terus disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Satelit Saturnus dan Titan yang posisinya berada hampir dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perkembangan teleskop juga diimbangi dengan perkembangan pada perhitungan gerak benda-benda yang ada di langit dan hubungan satu dengan yang lainnnya melalui Johannes Kepler pada tahun (1571-1630) dengan Puncaknya Sir Isaac Newton dan Hukum Kepler pada tahun (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan tersebutlah yang akhirnya  memungkinkan dalam pencarian dan perhitungan benda-benda yang ada langit.

Kamudian, pada tahun 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Planet Uranus. Perhitungan orbit pada Uranus dapat disimpulkan bahwa planet itu ada yang mengganggu. Sehingga pada tahun 1846 kembali ditemukan planet yaitu planet Neptunus, tetapi pada  penemuan Neptunus tidak dapat dijelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Kemudian pada tahun 1930 ditemukan sebuah planet lain yang diberi nama Pluto.

 

Anggota Tata Surya

Tata surya terdiri dari sistem yang terstruktur yang tersusun oleh benda-benda yang ada di langit angkasa. Berikut ini penjelasan anggota yang ada pada tata surya diantaranya :

 

1. Matahari

Matahari merupakan bintang induk yang ada pada tata surya dan terdiri dari komponen utama pada sistem tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar yang menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mendukung kesinambungan dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Energi yang dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi elektromagnetik. Matahari yang merupakan pusat dari tata surya merupakan jenis bintang generasi kedua. Matahari memiliki ukuran diameter sepanjang 1.392.500 km, yang diperkirakan memiliki ukuran 109 kali diameter bumi dan sepuluh kali lebih besar dari planet Jupiter.

Matahari juga tersusun dari beberapa lapaisan yang terdiri dari fotosfer, lapisan inti, korona dan krosmosfer. Berikut ini penjelasan dari lapisan pada matahari :

a. Fotosfer

Fotosfer merupakan yang ada pada permukaan matahari. Lapisan ini mengeluarkan cahaya sehingga memberikan penerangan sehari-hari kepada semua planet. Suhu pada lapisan fotosfer mencapai 6.000 Kelvin serta memiliki ketebalan sepanjang 300 km.

b. Inti Matahari

Lapisan inti pada matahari merupakan lapisan paling dalam dari matahari tempat berlangsungnya reaksi fusi yang menghasilkan energi matahari. Bagian inti matahari ini membangkitkan 99% energi yang dibangkitkan oleh matahari.

c. Korona

Korona merupakan lapisan luar dari atmosfer matahari. Bentuk korona berbentuk seperti mahkota yang memiliki warna keabu-abuan dan akan terlihat ketika terjadi gerhana matahari total. Kornea memiliki ketebalannya sekitar 700 ribu km dan suhunya mencapai 1 juta Kelvin.

d. Kromosfer

Kromosfer merupakan lapisan yang letaknya di atas fotosfer yang bertindak sebagai atmosfer pada matahari. Kromosfermemiliki bentuk seperti gelang merah yang mengelilingi bulan pada saat terjadi gerhana matahari total. Ketebalan pada kromosfer sekitar 2000 km dengan suhu mencapi 4.500 kelvin.

 

2. Satelite

Satelit merupakan benda-benda langit yang mengelilingi planet pada saat planet mengelilingi matahari. Satelit berputar pada sumbunya. Satelit terbagi menjadi dua jenis, yaitu satelit buatan dan satelit alam. Satelit alam merupakan satelit yang secara alami terdapat di dalam sistem tata surya. Contoh seperti : bulan yang menjadi satelit bumi. Sedangkan satelit buatan merupakan satelit yang dibuat oleh manusia. Satelit buatan digunakan untuk berbagai kepentingan oleh penduduk di bumi, diantaranya sebagai alat komunikasi, pemetaan bumi, penyiaran radio dan televisi.

 

3. Planet

Berdasarkan letaknya, planet dapat dibedakan menjadi dua, yaitu planet dalam dan planet luar. Berikut ini penjelasan dari masing-masing planet yang ada di angkasa :

a. Merkurius

Merkurius merupakan planet dalam yang terkecil yang paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke merkurius ke matahari sekitar 58 juta Km, dan memiliki garis tengah 4.880 Km. Planet Merkurius tidak mengandung atmosfer.

b. Venus

Planet Venus merupakan planet yang letaknya paling dekat dengan dengan bumi, planet venus ini memiliki garis tengah sepanjang 12.104 Km. Yang menarik dari hasil pengamatan terhadap planet venus dari beberapa pesawat ruang angkasa yaitu adanya formasi batuan muda dan pegunungan tua, dan atmosfernya berwujud debu kering yang meliputi N, CO2 dan O2.

c. Bumi

Bumi merupakan planet urutak ketiga dari matarhari setelah merkurius dan venus. Dan merupakan planet satu-satunya yang dihuni oleh makhluk hidup. Jarak antara bumi dengan matahari sekitar 150 juta km dan 2/3 luas permukaan bumi. Planet bumi dapat dikatakan planet yang istimewa, karena sebagai tempat hidup manusia semata, dan juga makhluk hidup lainnya yang berkembang biak dengan baik.

d. Mars

Planet mars merupaan planet yang juga kering seperti venus. Planet Mars sendiri mempunyai dua satelit yang terdiri dari satelit Demos dan Fobos serta gunung Olympus yang memiliki tinggi dua kali tinggi dari gunung Everest. Jarak Mars dengan matahari sekitar 228 juta km dan membutuhkan waktu 687 hari untuk mengelilingi matahari.

e. Yupiter

Yupiter adalah planet yang memiliki ukuran terbesar, planet ini memiliki diameter sekitar 130.000 Km. Jarak rata-rata Yupiter ke matahari sekitar 778 juta Km. Struktur pada planet yupiter hampir sama dengan struktur yang ada pada matahari, yang kebanyakan terdiri dari hidrogen serta campurannya, yaitu Amoniak, NH3 dan Metan.

f. Saturnus

Planet saturnus termasuk planet kedua yang terbesar setelah Yupiter. Suhu permukaan pada Saturnus cukup dingin, yaitu sekitar -145 derajat celsius. Saturnus memiliki jarak rata-rata ke matahari kurang lebih sekitar 1.426 Km. Atmosfer pada Jupiter banyak mengandung gas helium dan hidrogen.

g. Uranus

Uranus memiliki jarak dengan matahari sekitar 2.869 juta Km, Arah rotasi Uranis berlawanan dengan planet lain. Suhu permukaan planet tersebut mencapai -180 derajat celsius. Permukaan Uranus selalu diliputi yang awan tebal.Keistimewaan planet ini yaitu letak sumbu rotasinya sebidang dengan bidang revolusinya.

h. Neptunus

Planet Neptunus adalah planet yang paling jauh dengan matahari, memiliki jarak sekitar 4.495 juta Km dengan matahari, dan beredar mengelilingi matahari dalam waktu 165 Tahun untuk berevolusi. Namun Keadaan Neptunus kurang masih banyak diketahui. Neptunus terdapat 2 Satelit yaitu Triton dan Nereid.

 

4. Komet

Komet adalah kumpulan bongkahan-bongkahan batuan yang diselubungi oleh kabut gas,pada saat mendekati matahari, komet kemudian akan mengeluarkan gas yang bercahaya pada bagan kepala, dengan semburan cahaya pada ekornya. Semakin dekatnya  komet dengan matahari maka akan semakin besar pula tekanan pada cahaya matahari yang diterimanya dan membuat semakin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari H2O, CO, CH, dan gas labil CH2.

 

5. Asteroid

Asteroid adalah materi batuan yang terletak diantara planet Mars dan planet Yupiter. Asteroid dapat dikategorikan benda angkasa yang memiliki kecil, namun memiliki jumlah yang banyak bahkan milyaran. Asteroid berupa batuan yang bergerak mengelilingi Matahari, dengan ukurannya yang sangat kecil maka sering disebut bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Asteroid menempati sabuk utama yang berada diantara orbit Mars dan Yupiter. Asteroid pertama kali ditemukan 1 januari 1801. Di antara pecahannya, batuan terbesar dinamakan Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengelilingi matahari dalam waktu 4,5 tahun.

 

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/